11.10.20

 11 October 2020.

I Will Always Remember You

From me

To you, dearest, Agil Jeferson Lupy.


Pagi pada Minggu 11 Oktober, aku bangun dengan tenang, kemudian panik karena aku ngecharge hp hampir semalaman. Oh iya, sehari sebelumnya aku baru bisa tertidur pukul 3 malam, entah mengapa aku merasa tidak enak badan dan sangat susah untuk tidur. Perlahan aku melepaskan charger type c dari hpku kemudian membuka layar kunci.

Aku mendapati hal buruk. Berita Kepergianmu. 

Berawal dari chat angkatan kemudian dikonformasi oleh Sir Uki, aku gemetar hingga aku menangis. Bukan karena waktu, tapi karena, kenapa harus kamu?

Jujur, aku sangat sedih kehilangan sosok ini. Seseorang yang ku kagumi dari masa SMA ku. Sangat rapi, dan tepat waktu. Selalu tenang dan halus, yang sekarang ku sadari ternyata personalitymu mengarah pada stoisisme, aku bersyukur bisa mengenalmu. (terutama mengenali sosok yang sama weirdnesnya denganku)

Time flies so fast ya? kalau aku blink mataku dalam sekejap, i still remember the days of us. Kita menertawakan lelucon konyol Tui dan Rully, kita membully Muhclis karena keunikannya, kita berkata "DASAR WIBU!" padahal yang wibu itu kita gil T_T bukan mereka (ya you know lah Muhclis itu demen plastik sekarang hehe). Kita mengunjungi Aurel pas sakit and yeah aku seneng banget liat langit sore waktu itu bareng kamu dan temen-temen :) (sebelum ada sebutan anak indie kita udah indie ya? hahaha), we played monopoly dan kamu ga bisa bedain mana dadu yang digambar dan mana dadu yang asli -_-, kita juga nyebrangi sungai di penangkaran Maleo yang dereees banget hahaha, pokoknya kalau ada kamu bawannya seneng!!!!! (Thankyou so much!)

 So many great things yang terjadi and yes, Thankyou, itu memori yang happy. I don't really know sekarang aku gimana buat meyakinkan diriku kalau semua ini benar terjadi. You are gone, gil. Rest In Peace. I guess kamu ga bisa baca ini lagi, Gil.. But, though we have not say goodbye, though we are in two different life now, i will always remember you. 

To be honest, di dalam pikiranku, terlalu banyak WHAT IF.. maafkan aku Gil, karena memikirkan hal yang berada di luar kendaliku, memikirkan bagaiman jika waktu bisa ku putar dan melakukan hal yang sebenarnya ingin aku lakukan, especially with you.

But here i am, mencoba sebaik mungkin untuk tetap tegar, merelakan kepergianmu. I hope one day, we will meet again ya ^_^


In Memoriam

(Ini foto aku dapet dari Ulel hahaha, Ada Leo yang ngeselin)

(Kita di penangkaran Maleo!)

(Guess what? :) kenapa kita milih jalur yang beda dari lainnya? hahaha, i dont know for sure, but i love this moment)

(My favorite thing, gangguin andaa hahaha :) )

さよなら~ Silent Rider.